Home
Elemen Laporan Keuangan

Elemen Laporan Keuangan

Terdapat 10 unsur atau elemen dalam laporan keuangan yang lengkap.

Artikel 6 - Elemen Laporan Keuangan

Tiga elemen pertama adalah harta, kewajiban dan ekuitas yang masuk dalam laporan keuangan neraca, kemudian investasi, distribusi dan laba komperhensif masuk dalam laporan perubahan modal, sementara 4 elemen terakhir yakni pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian masuk dalam laporan laba rugi. Dan dari 10 elemen tersebut, 3 elemen pertama diatas merupakan yang paling mendasar. Dari sinilah logika akuntansi dapat dipahami, tanpa mengerti 3 unsur dasar tersebut, maka alokasi atau penempatan angka untuk informasi akuntansi dalam skema pelaporan akan menjadi sulit.

 

Harta, Utang dan Modal

Semua orang mengenal istilah harta dengan baik, demikian pula dengan utang dan modal, namun tidak semua orang benar-benar memahami ketiga isilah ini dengan tepat.

  • Harta, dalam laporan keuangan merupakan asset atau aktiva yag dimiliki oleh perusahaan yang dapat terjadi sebagai akibat dari transaksi masa lalu. Michell Suharli dalam bukunya memberikan gambaran mengenai 3 karakter dalam pengualifikasian harta, yakni :

o    Probable future economic benefit, harta harus memiliki mafaat dimasa yang akan datang, yang memungkinkan memberikan net cash flow dimas yang akan datang baik langsung maupun tidak langsung

o    Entitas tersebut mampu memberikan menikmati manfaat dan memiliki kekuatan untuk menghalangi entitas lain menikmati manfaat ekonomis tersebut

o    Transaksi yang menyebabkan timbulnya hak perusahaan untuk memperoleh dan mengawasi manfaat tersebut, serta menghalangi entitas lain, sudah terjadi dimasa lalu.

o    Penyusutan, adalah biaya yang tercatat dalam leporan keuangan yang berkaiatan dengan penggunaan masa manfaat peralatan operasional usaha yang Anda miliki

 

  • Modal / Ekuitas

Sementara hak atau klaim atas harta dapat disebut sebagai hak kekayaan sebuah perusahaan atau yang sering juga disebut sebagai ekuitas. Dalam laporan keuangan ekuitas didapatkan setelah harta perusahaan dikurangi dengan semua kewajibannya, sehingga disebut sebagai net asset atau aktiva bersih. Yang harus dipahami disini adalah, modal tidak semata-mata berupa uang tunai, namun dapat pula dalam bentuk peralatan seperti mesin dan inventaris kantor lain misalnya.

 

  • Kewajiban

Adalah penyerahan harta dimasa depan sebagai sebuah pengorbanan ekonomis yang terjadi karena peristiwa atau transaksi dimasa lalu. Michell Suharli menambahkan 3 karakteristik dari kewajiban yakni :

o    Suatu kewajiban mengharuskan bahwa suatu entits menyelesaikan kewajiban sekarang ini dengan mentransfer asset dari masa depan atas permintaan / bila suatu peristiwa tertentu terjadi / pada suatu waktu tertentu

o    Kewajiban ini tidak dapat dihindari

o    Peristiwa yang menimbulkan kewajiban entitas tersebut telah terjadi dimasa lalu

 

Ketiga elemen dasar ini, saling terkait dan dapat dirumuskan menjadi sebuah persamaan kas, sebagai pemahaman logika dasar dalam kalkulasi keuangan nantinya.

Artikel 6 -1

Harta sendiri terdiri dari beberapa kompenen, yakni :

 

  • Kas, secara harfiah kas didefinisikan sebagai uang kontan atau tunai yang Anda miliki dalam proses yang berkaiatan dengan usaha.

 

  • Perlengkapan, sementara perlengkapan adalah sarana penunjang operasional usaha yang secara teknis dan fisik dapat habis dalam proses penggunaannya. Misalnya ATK [alat tulis kantor seperti pulpen dan penghapus], setelah digunakan berkali-kali maka pulpen [tintanya] dan penghapus akan habis dan kemudian sudah tidak lagi dapat diambil fungsinya.

 

  • Peralatan adalah sarana penunjang operasional usaha yang secara fisik dan teknis tidak dapat habis, namun hanya diambil manfaat ekonomisnya saja. Misalnya sepeda motor untuk operasional usaha atau mesin.

 

  • Penyusutan adalah biaya yang tertuang dalam laporan akuntansi. Pembahasan secara detil dan rinci terdapat dalam bab tersendiri.

 

Sama seperti harta yang terdiri dari beberapa komponen, utang pun demikian. Ada utang dagang dan pajak yang masuk dalam kategori utang lancar. Dan ada pula utang jangka panjang seperti hipotek.

 

Leave a Comment

*

*